Gn. Semeru, Jawa Timur : Walau Sebatas Ranu Kumbolo


“Mas, mau ndaki sampe puncak ya, mas? Kalau bisa sih tunggu dulu disini mas, soalnya ada yang sedang hilang di atas”. Sontak satu kalimat itu membuat kami terdiam sejenak dan bertanya – tanya apa yang terjadi disana.

 

Minggu, 1 Juni 2014

[Bandung – Senen – Matarmaja]

Udara dingin Bandung seakan meninggalkan kami, dari Terminal Leuwi Panjang kami berangkat menuju Cempaka Putih yang lokasinya tidak jauh dari Stasiun Senen, check point kami bertemu dengan beberapa teman kami dari Bogor. Dengan bis seharga Rp 50.000,00 per orang dengan perjalanan dari Leuwi Panjang, Bandung menuju Cempaka Putih, Jakarta yang berdurasi sekitar 3 jam, kami memulai langkah kecil kami menuju puncak abadi para dewa. Dari cempaka putih kita lanjutkan dengan menaiki metromini seharga Rp 5000.00 untuk menuju Stasiun Senen.

9 Carrier nampak berjejer rapi di ruang tunggu Stasiun Senen. Sembari menunggu KA Matarmaja yang akan mengantar kita menuju malang, kami packing ulang carrier, makan siang, dan main poker untuk membunuh bosan haha. Jam menunjukan pukul 15.15 tapi kereta tidak kunjung beranjak dari senen. Ternyataa kereta matarmaja yang kita naiki dengan harga Rp 65.000,00 sekali berangkat ini rusak bro, kami terpaksa didelay sampe sekitar jam setengah 5 sore, dan waktu tiba kami di malang pun yang harusnya sekitar jam 7 pagi pastinya akan ngaret.

Malam yang panjang seakan mengiringi kami, kursi yang tegak dan beralas keras terpaksa harus membuat kami selalu merubah posisi tiap jam nya, AC rumahan khas kereta ekonomi menghembuskan nafas terdinginnya kepada kami yang tidak bisa memakai jaket karena terlanjur sudah di pack dalam carrier dengan rapi, dan malam panjang ini harus kami lalui selama 15 jam perjalanan jakarta-malang.

 

Senin, 2 Juni 2014

[St. Malang Kota – Tumpang – Rest Area Jeep – Ranu Pane – Ranu Kumbolo]

Dari stasiun Malang Kota kita langsung berangkat menuju Tumpang menggunakan angkot biru yang kita carter. Dari pasar tumpang harus naik angkot lagi ke rest area jeep. dan di rest area jeep kita akan mengurus segala jenis pendaftaran mulai dari pendataan barang dan pembelian tiket yang seharga Rp 17.500 per orang untuk weekdays. Beberapa surat yang harus dipersiapkan dari bawah adalah surat keterangan sehat, fotokopi ktp, dan satu materai per kelompok, dan form yang akan kita isi itu berupa data personal kelompok kita dan check list peralatan dan perbekalan. Dari rest area jeep, petualangan pun dimulai! kita akan menaiki jeep melewati jalan yang berkelok nanjak turun super sempit dan dengan kecepatan tinggi! pokoknya super ekstrim dahh.

Sampai suatu kejadian, tiba tiba jeep kami berhenti karena katanya persnelingnya rusak… kita pun harus nungguin mamang jeep benerin jeep sambil nelponin temennya buat jemput kita. Beberapa jam kita lewati dan saya mulai merasakan firasat buruk, karena dari awal, dari kereta yang terlambat berangkat karena rusak dan jeep yang rusak di tengah jalan seperti menunjukkantanda akan terjadi  ‘sesuatu’ gitu bro tapi kita masih ga ngomongin itu.

angkot dari stasiun - tumpang

angkot dari stasiun – tumpang

angkot tumpang - rest area jeep

angkot tumpang – rest area jeep

SONY DSC SONY DSC SONY DSC

Setelah hampir ngebangke selama berjamjam, kami akhirnya dijemput oleh jeep lainnya! kita langsung caw ke ranu pane. Ohiya kita ini ber 9  dan bareng kelompok lain ber 3 orang. Sesampainya di ranu pane, kita ke kantornya dulu buat semacam di cek perlengkapannya gituu sama di briefingin apa aja yang boleh dan ga boleh. Perjalanan pun kita mulai dari jam 16.45 menuju Ranu Kumbolo!

Langkah demi langkah kami derukan, diiringi alunan lagu dari hp, kadang kami saling menyapa dengan pendaki lain yang berbagi senyum di saat letih, terkadang angin dingin menerpa tubuh kita yang membutuhkan tidur, tapi semua terbayar ketika kita melewati pos terakhir sebelum ranu kumbolo. Taburan bintang menghiasi langit malam itu. Miliaran bintang di langit itu seakan menyerukan semangat untuk terus melangkah. Sesaat terbesit keinginan untuk berdiam sejenak hanya untuk meniknati indahnya alam ini.

SONY DSC

Setelah menempuh 5 jam perjalanan melewati hutan yang gelap, akhirnya Ranu Kumbolo! Diiringi tiupan angin penuh debu, kami membangun dua tenda dan masak makanan malam. Setelah makan dan beberes, kami mengistirahatkan badan ini untuk perjalanan menuju Kalimati besok.

 

Selasa, 3 Juni 2014

[Ranu Kumbolo – ……]

Pagi itu aku terbangun, berharap sang surya menampakkan dirinya dari balik bukit di depan sana. Tapi kabut dan awan mematahkan harapan itu. Setelah melakukan rutinitas pagi seperti makan, buang air, dan akhirnya beberes untuk memulai perjalanan menuju kalimati, tiba tiba saja sebuah kalimat terdengar oleh kami. “Mas, mau ndaki sampe puncak ya, mas? Kalau bisa sih tunggu dulu disini mas, soalnya ada yang sedang hilang di atas”. Sontak satu kalimat itu membuat kami terdiam sejenak dan bertanya – tanya apa yang terjadi disana. Sembari menunggu kepastian kapan kita bisa mendaki, kami mendapat banyak informasi tentang kronologis yang hilang itu.

Katanya sih, yang hilang itu orang tegal, dia awalnya naik satu rombongan gitu, sekitar 6 orang kalai gasalah. Tapi pas mau muncak, semua temen – temennya pada gak kuat gitu dan akhirnya semua memutuskan untuk turun kecuali sang korban. Dia memaksakan diri untuk terus ke puncak sendirian. Dia berhasil sampai puncak tapi ketika turun jejaknya menghilang, teman – temannya yang menunggu di kalimati pun beberapa lari ke bawah untuk meminta bantuan dan akhirnya pendakian di sterilkan karena sedang dilakukan kegiatan SAR.

Sambil menunggu kepastian, karena beberapa orang bilang kemungkinan besok masih bisa melanjutkan perjalanan, kita berjalan – jalan ke tanjakan cinta sambil foto – foto.

SONY DSCSONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC

Setelah itu kita melakukan segala aktifitas untuk membunuh kebosanan sembari menikmati taman surga di atap jawa ini. Kami jalan – jalan ke dekat danau, main kartu, makan, ketemu orang jepang, main kartu lagi dan sampai akhirnya semua pendaki yang sedang camp di ranu kumbolo dikumpulkan oleh tim SAR. dan keputusan akhirnya adalaaah semua pendaki di Semeru diharuskan untuk turun besok pagi. Setengah bete setengah kesel tapi kami merasa kasian dan berharap agar korban dapat ditemukan dengan selamat.

SONY DSC Indo_0263 (1)SONY DSC

Banyak dari kami yang merasa sedih dan kecewa karena kita sudah mempersiapkan banyak hal dari jauh – jauh hari untuk menggapai sang puncak abadi para dewa ini. Tapi kita berusaha berfikir positif aja, kita berfikir mungkin kita akan bernasib sama jika kita memaksakan naik pada saat itu dengan si korban. Jadi ini memang jalan yang ditunjukkan oleh Nya sejak awal keberangkatan, sejak keberangkatan Matarmaja diundur karena kereta rusak, sejak jeep yang oli persenelingnya bocor di tengah jalan, dan ditutupnya pendakian yang memaksa kami untuk pulang.

Yang terpenting kita semua berharap yang lagi di SAR agar dapat ditemukan dengan selamat.

Sambil mengeluarkan semua bahan makanan yang kami putuskan untuk dihabiskan malam ini dan besok pagi, kami mencoba jalan – jalan sampai ke Cemoro Kandang. Kita bawa HP, tongsis, sama kamera ajaa buat foto – foto.

SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC

Akhirnya malam pun tiba dan kami tutup hari ini dengan Sphagetti Bolognaise 🙂

 

Rabu, 4 Juni 2014

Ranu Kumbolo – Ranu Pane – Malang – Surabaya

Fajar kali ini seakan ingin mengucapkan “sampai jumpa lagi”. Semburat oranye terlihat di lembahan tepat di depan mata kami. Tak lupa sang bintang fajar atau Venus turut menemani cahaya nan indah di timur sana. Buru – buru aku mengambil tripod dan kamera untuk mengabadikan momen indah ini.

SONY DSC

Keteguhan hati sudah kami persiapkan untuk pulang tanpa menginjakkan kaki di atap 3676 di atas sana. Mungkin lain kali kita akan bertemu, Mahameru. Pagi itu, seluruh pendaki berderet berdiri di samping danau seakan ingin mengucapkan selamat tinggal dan sampai berjumpa lagi, karena kami semua disini tidak bisa menginjakkan kaki di atap pulau jawa. Beberapa ada yang memasang muka sedih tapi kami berharap hal baik akan terjadi. Setelah berusaha menghabiskan bahan makanan kami dan membuangnya di bukit yang kami beri nama bukit bokrun karena banyak sekali kotoran manusia di atas sana. Kami packing dan bersiap meningggalkan semeru.

SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC

 

Perjalanan pulang kali ini kami lakukan dengan santai, banyak pemandangan indah kami temui selama perjalanan pulang. Karena sebelumnya kami tidak diizinkan melihat panorama alam ini karena kita mendaki saat malam, namun kini keindahan alam sebagian semeru dapat diekspos karena sang surya menerangi jalan kami pulang.

SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC

Dan ternyata memang benar, di pos ranu pane ditempel beberapa poster yang menunjukan sedang ada kegiatan SAR dan pendakian memang ditutup.

SONY DSC SONY DSC

Perjalana pulang pun kami lakukan dengan menyewa truk langsung menuju Tumpang dilanjutkan dengan Angkot menuju Stasiun Malang Kota. Disana kami berburu tiket dan malah dapat tiket kereta api Pasundan dari Surabaya menuju Bandung yang berarti malam ini kita harus pindah dari Malang ke Surabaya menggunakan KRL. Malam itu kami mandi di pemandian umum dan mengisi perut di food court dekat stasiun. Dilanjutkan berangkat menuju surabaya dan tidur di Stasiun Gubeng sambil menunggu Pasundan siang keesokan harinya.

SONY DSC

Kabar terbaru yang kami dapatkan, korban yang hilang tgl 2 Juni itu akhirnya ditemukan dengan kondisi selamat 🙂 semoga kami diberi kesempatan lain untuk mencumbu keindahan atap pulau Jawa. Sampai berjumpa lagi Mahameru, kelak akan kuinjakkan kakiku di tanah tertinggi pulau Jawa, di puncak abadi para dewa, di Mahameru.

 

8 responses to “Gn. Semeru, Jawa Timur : Walau Sebatas Ranu Kumbolo

  1. Sayang ya.. Tapi bener sih, keselamatan adalah yang utama. Oia, dapet info, ada sebagian jalur pendakian yang berubah di Semeru. Entah di mana detailnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s