Gn. Ciremai (3.078 mdpl) : Mendaki Atap Tertinggi Jawa Barat


“An*ing lah, urang kaya gapunya kehidupan gini, tiap hari ke kampus lah. Kudu caw pisan lah naik gunung, udah fana pisan!!!”

Seketika aku dan beberapa orang pun merencanakan untuk naik gunung demi melepas penat yang sudah berkepanjangan karena suatu kegiatan “kaderisasi” di kampus kami. Tercetuslah gunung ciremai sebagai pelampiasan penat kami. Get a life lah bro!

Setelah beberapa hari mengumpulkan pasukan, akhirnya terkumpulah 2 cowo dan 4 cewe yang siap naik Ciremai melalui jalur Apuy.

 

Catatan Perjalanan Gn. Ciremai via Jalur Apuy

Sabtu, 2 Agustus 2014

[Bandung – Pos 1 Bumi Perkemahan Berod]

Pagi itu kami berangkat dari Terminal Leuwi Panjang menuju Terminal Maja di Kab. Majalengka dengan elf Bandung – Cikijing, namun keberangkatan kami sempat terhambat sedikit karena satu dan lain hal yang membuat si supir elf muter – muter demi nungguin 1 orang -_-. Karena masih suasana lebaran, harga elf jadi mahal, kita dirogoh Rp 50.000,00 untuk naik elf Bandung – Cikijing.

Setelah melewati jalanan yang harusnya padat oleh kendaraan karena arus balik tapi ternyata kosong sampe elf bisa ngebut, akhirnya kami sampai di terminal Maja, sebuah kecamatan di Kabupaten Majalengka. Disana kita langsung ditawari pick up dengan harga Rp 100.000,00 sampe Desa Apuy dan Rp 200.000,00 sampe Pos 1. Akhirnya kita setuju untuk naik pick up itu, tapi kita solat dan beli cemil cemil di alfamart dulu, tadinya sih mau makan siang tapi semua pedagang makanan disana gaada yang jual nasi, semuanya jual bakso -__-. Dengan perut sedikit keroncongan akhirnya kita menuju pos 1.

IMG_5433

 

Sore menyambut kedatangan kami di bumi perkemahan Berod, kami langsung mencari space yang agak luas untuk membuat tenda. Setelah itu kami mengurusi perizinan untuk retribusi dan asuransi sebesar Rp 11.000,00 tidak ada sesuatu yang perlu disiapkan lebih dulu, kita tinggal mengisi simaksi dan buku tamu yang sudah disediakan disana dan simaksinya tidak boleh hilang untuk laporan kalau sudah turun nanti.

Di buper berod fasilitasnya udah cukup lengkap, ada mushola, toilet, sekitar 4 – 5 warung yang menjual mulai nasi ayam, indomie, kopi, minuman minuman dan segala kebutuhan perut.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSCSore hari kami menghabiskan waktu sambil ngopi dan makan indomie di warung yang harganya masih normal padahal jarak ke desa jauh banget. Banyak juga pendaki – pendaki lain yang lagi istirahat atau bahkan ada keluarga yang sedang kemping  – kemping ceria disini.

Begitu malam tiba, ga perlu khawatir gelap, disini udah ada listrik bro haha cuma emang kadang mati tiba – tiba. Sambil menunggu kantuk tiba, kami menghangatkan diri di sekitar api unggun yang dibuatkan oleh salah satu penjaga ciremai sampai akhirnya kami merasa kita masih perlu beristirahat untuk recharge energi buat besok pagi.

 

Minggu, 3 Agustus 2014

[Buper Berod – Blok Arban – Tegal Wasawa – Tegal Jamuju – Sanghyang Rangkah]

SONY DSCRintikan air yang membasahi tenda kami, suara tiupan angin yang menembus pepohonan, hitam malam berubah menjadi biru tanda fajar sudah tiba. Kami semua terbangun dari mimpi dan bergegas menuju mushola untuk subuh. Dinginnya air membuat nyawa kami kembali seutuhnya dari alam mimpi. Dan kami siap menjalani pendakian hari ini.

Pendakian dimulai sekitar jam 08.15 menuju pos – pos berikutnya. Target kita hari ini adalah camp di pos 5, karena pos 6 terlalu jauh untuk dijangkau dalam 1 hari. Dari Pos 1Berod menuju Pos 2 Arban jalanan masih tergolong datar, kita hanya jalan sekitar 45 menit untuk sampai pos 2.

SONY DSC

Setelah pos 2, kita akan mulai memasuki hutan tropis selayaknya gunung – gunung di pulau jawa. Dari pos 2 ke pos 3 ini yang paling jauuh dan jalanan mulai menanjak. Diantara pos 2 dan 3 juga terdapat pos bayangan, mungkin karena jaraknya terlalu jauhh. Dari pos 3 sudah mulai turun kabut, dan saat kami sampai pos 4 hujan turun dengan deras.

SONY DSC

Diantara pos 4 dan pos 5 kita seringkli kesusahan karena ada jalur yang jadi perosotan dan kita susah banget buat naiknya -__-. Jalur jadi semacam selokan miring yang super licin dan kita harus merangkak kaya laba – laba gitu biar bisa selamat walaupun dikit – dikit maju kita bakalan mundur beberapa langkah -___-. Dan akhirnya kita sampai pos 5 dengan keadaan lusuh penuh lumpur caludih basah dan kedinginan. Dengan badan sedikit bergetar karena kedinginan saya dan teman – teman membuat tenda.  Sampai pada akhirnya hujan berhenti dan matahari muncul sedikit menghangatkan badan kami.

tersangka jalur perosotan

tersangka jalur perosotan

Sore hari kami habiskan waktu untuk makan lalu membereskan barang – barang dalam tenda agar posisi tidur kami nyaman dan enak buat istirahat karena kita akan berangkat besok jam 3 pagi untuk summit attack!

 

Senin, 5 Agustus 2014

[Sanghyang Rangkah – Goa Walet – Puncak Ciremai! – Pulang]

Udara dingin diluar membuat kami mager untuk keluar tenda. Kami menyeduh air panas dan membuat mie rebus untuk sedikit tambahan energi di pagi hari. Kita berangkat dari pos 5 jam 04.00 dan memulai pendakian super menanjaak menuju goa walet dan puncak. Summit attack ini kami jalani dengan santai karena banyak dari kami yang mulai kelelahan. Trek dari pos 5 sampe puncak sudah bukan hutan lagi, melainkan hanya semak belukar saja dan di sepanjang perjalanan pasti akan tercium bau belerang. Sayangnya, sunrise tidak kami dapatkan waktu di puncak, cahaya oranye terlihat di timur saat kami sudah berada di dekat persimpangan apuy-palutungan. Jalanan berbatu mendominasi jalur dari goa walet sampai ke puncak.

Dan akhirnya kaki ini menapakkan dirinya di tanah tertinggi jawa barat sekitar jam 06.00! Tiupan angin dengan bau belerangnya menyambar mukaku, pandanganku langsung mengarah ke matahari yang baru saja bersinar pagi ini. Kawah yang masih diselimuti kabut terlihat bak sebuah mangkuk raksasa berisi asap. Gumpalan awan berlarian mengejar cahaya matahari dan di belakangku, tanah jawa barat terbentang luas. Aku melihat kembali samudera awan di sebelah kananku, dan di bibir kawah ini aku ingin berdiam diri sejenak hanya untuk menikmati rasa dari tanah tertinggi jawa barat ini, 3078 meter diatas permukaan laut.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

 

IMG_5818

Setelah cukup lama kita foto – foto sambil menikmati keindahan puncak, akhirnya kami turun kembali menuju pos 5 untuk sarapan dan siap siap pulang. Sepanjang perjalanan sampai pos 5 ternyata banyak sekali edelweiss yang mengiringi kami, dilatari oleh hamparan lautan awan yang sangat indah.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

 

Perjalanan turun sampai pos 3 masih biasa saja karena turun jadi lumayan cepat. Tapi setelah pos 3, semuanya berubah ketika hujan datang…. semua jalur kembali menjadi licin dan kebanyakan dari kami terpaksa harus menyerodotkan badannya setiap menemukan turunan terjal dan hampir semua turunan disini terjal.. AKhirnya kami sampai di buper berod dengan keadaan kembali lusuh penuh lumpur dan tidak keren.

Dari buper berod kita menunggu pick up yang akan membawa kita menuju terminal maja, tapi karena satu dan lain hal, kita harus menunggu rombongan belakang agar turunnya bersama – sama. Namun rombongan belakang ternyata tertimpa sedikit musibah yang membuat kami harus menunggu hingga sekitar jam 8 malam. Setelah itu barulah kami turun dan pulang ke Bandung.

 

Beberapa Informasi Penting Pendakian Ciremai via Apuy

Gunung Ciremai terletak di tiga kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kab. Cirebon, Kab. Majalengka, dan Kab. Kuningan. Memiliki ketinggian 3.078 mdpl merupakan gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Ciremai memiliki 3 jalur resmi yaitu Jalur Apuy yang terletak di Majalengka, Jalur Palutungan, dan Jalur Linggarjati yang terletak di Kuningan. Kini Gunung Ciremai dikelola oleh Taman Nasional Gunung Ciremai.

 

A. Transportasi dari Bandung

Keberangkatan
Term. Leuwi Panjang Bandung – Term. Maja Elf Bandung – Cikijing Rp 50.000,00/orang
Term. Maja – Pos 1 Buper Berod Pick Up Rp 200.000,00/pick up
Kepulangan
Pos 1 Buper Berod – Term. Maja Pick Up Rp 200.000,00/pick up
Term. Maja – Term. Leuwi Panjang Elf Cikijing – Bandung Rp 50.000,00/orang

 

B. Perizinan

Perizinan bisa dilakukan di Desa Apuy atau di Pos 1 Berod, biaya perizinan Rp 11.000,00 sudah termasuk retribusi dan asuransi Rp 1.000,00. Tidak perlu membawa persyaratan apapun, tinggal mengisi buku tamu dan simaksi yang sudah disediakan.

 

C. Lama Pendakian

Durasi Lokasi
45 menit Pos 1 Buper Berod – Pos 2 Blok Arban
2,5 jam Pos 2 Blok Arban – Pos 3 Tegal Wasawa
2 Jam Pos 3 Tegal Wasawa – Pos 4 Tegal Jamuju
1,5 jam Pos 4 Tegal Jamuju – Pos 5 Sanghyang Rangkah
1,5 jam Pos 5 Sanghyang Rangkah – Pos 6 Goa Walet
45 menit Pos 6 Goa Walet – Puncak Ciremai

18 responses to “Gn. Ciremai (3.078 mdpl) : Mendaki Atap Tertinggi Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s