Gn. Slamet, Jawa Tengah (3.428 mdpl): Kemegahan Puncak setelah Keangkeran Hutan


mas, di pos ini ga boleh kencing sembarangan, nanti biasanya ada yang ngikutin”

“dafuq..”

Dengan ketinggian 3428 mdpl, Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dan berada di antara Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Gunung Slamet merupakan gunung aktif dan memiliki kawah di puncaknya. Mitos – mitosnya sih kalau Gunung Slamet ini meletus alias erupsi, bisa membelah Pulau Jawa, gokil dan serem juga sih.

28 Desember 2015

[Bandung – Purwokerto – Bambangan – Pos 5 Samyang Rangkah]

Yap, dengan tiket kereta api ekonomi, kami semua berkumpul di Stasiun Kiaracondong, Bandung. Dari sekitar tengah malam kita udah standby di kircon, karena ya biasa lah suka ada yang ngaret sana sini , padahal kereta kita baru berangkat jam 03.00. Total 13 orang akan mendaki Slamet ini, 12 orang dengan carrier-carrier jumbo berangkat dari Kiaracondong sampe Purwakarta, menggunakan Kereta Api Ekonomi Serayu Bandung-Purwokerto yang pada saat itu dihargai Rp 75.000 per orang dan satu orang lagi menunggu di Purwokerto karena rumahnya deket daerah sana, sambil ngurusin sewaan mobil.

keretaind

Perjalanan Bandung-Purwokerto sekitar 5-6 jam, kita sampai di Stasiun Purwokerto sekitar jam 08.30 dan langsung bebersih di wc stasiun. Alhamdulillah teman kami sudah menunggu di stasiun dengan dua mobil sewaan. Untuk sampai Bambangan dari Purwokerto sebenarnya bisa pake angkutan umum cuma rada ribet dimana kita harus gonta-ganti kendaraan sampai 4 kali dan setelah diitung-itung harganya pun kurang lebih sama dengan nyewa mobil. Kita merogoh kocek 50.000 per orang untuk mobil sewaan dari Purwokerto sampai Pos Bambangan.

Selfpurwo

Setelah sarapan di warteg depan stasiun yang alhamdulillah makannya rada murah, sekitar 10.000an, kita berangkat ke Pos Pendakian di Bambangan. Si supir-supir kami ini lewat jalur ekstrim, yaitu lewat jalur hutan Baturaden yang jalan-jalannya masih jalan batu, alhasil kita puyeng-puyeng dikit lah di jalan tapi katanya jalan ini lebih cepet daripada lewat kota.

dsc_0002_6

Jam 11 siang kita sampai di Pos Bambangan dan langsung bersiap caw, rencananya sih kita mau ngecamp di pos-pos 5 karena katanya disitu pos paling besar. Oh iya, jalur Bambangan ini ada total 9 pos, tapi pos-pos 6-7-8-9 itu berdekatan jaraknya. Perizinan di pos bambangan relatif mudah, cukup dengan 5000 per orang dan simpen KTP juga isi buku tamu kita udah bisa caw naik.

DCIM102GOPRO

Jalur dari Pos Bambangan sampai pos 1 Pondok Gembirung relatif masih datar tapi rada jauh karena kita lewat perkebunan warga, patokan kalau kita berada di jalur yang benar adalah kita akan menemukan lapangan besar di sebelah kanan saat perjalanan. Setelah berjalan sekitar 1,5 jam akhirnya sampai juga di pos dan di Pos 1 ini ada warung! Bukan sekadar warung, yang jualannya ada banyak cem pasar kecil gitu dan ramai sekali. Wah bercanda sih udah jalan jauh ternyata ada warung gede disini dan kita pun terlena dengan godaan semangka segar, pisang goreng, dan susu hangat wk baru pos 1 ada udah boros.

dsc_0003_5

Setelah pos 1 ini jalur semakin menanjak dan vegetasinya hutan tropis, ga banyak yang menarik sebenarnya dari pos-pos di Slamet ini, kebanyakan semuanya hutan tropis. Dari pos 1 sampai pos 2 Pondok Walang kita jalan sekitar 1 jam dan lagi-lagi di pos ini ada warung, buset dah warungnya juga masih mirip pos 1, ramai coy. Begitupula di pos 3 Pondok Cemara, warung kembali hadir. Walah ini gunung sumpah banyak bet warungnya, baru kali ini naik gunung boros di gunungnya, jadi kebanyakan jajan karena iman kita yang masih lemah.

Nah, dari pos 3 ini jalur semakin curam dan dengkul mulai meraung-raung, baru di Pos 4 Samaranthu ini gaada warung. Konon katanya samaranthu ini pos paling horror di Gunung Slamet. Dari namanya pun ada kata-kata hantu, Samar Hantu, jadi samaranthu. Sialnya lagi kita sampai di Pos 4 pas magrib, dan cahaya tidak lagi menjadi sahabat kita. Tidak jauh dari Pos 4 kita istirahat dan beberapa teman kami ada yang kebelet kencing. Kencing lah dua orang teman kami di sekitar tempat kita istirahat, tak lama kemudian, ada yang ngomong

“mas, kalau di samaranthu gaboleh kencing sembarangan, nanti ada yang ngikutin”

anjir dafuq , tai tai tai , seketika suasana pun menjadi semakin kelam dan cahaya matahari langsung hilang. Kepanikan dan kemerindingan pun melanda, tanpa pikir panjang kita langsung bergegas ke pos 5.

Alhamdulillah jumlah kita ga bertambah sesampainya di Pos 5. Setelah 1,5 jam jalan dari pos 4 ke pos 5, pun kita langsung bikin tenda dan makan bekel yang udah kita bawa dari Bambangan. Sayang pos 5 ternyata ga seluas yang kita kira, tenda dan posisi tidur pun jadi korban. Beberapa teman kami tidur dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki, alhasil mereka jadi pusing-pusing lemas pas bangun tidur.

29 Desember 2015

[Pos 5 Samyang Rangkah  – Puncak – Bambangan]

Jam 3 kami sudah terbangun dan siap menggapai puncak tertinggi Jawa Tengah. Kata orang-orang di google sih Puncak Slamet ini disebut Puncak Surono, diambil dari nama pendaki yang pernah meninggal di puncak ini karena terpeleset ke dalam kawah – innalillahi.. Yap, jadi perjalanan dari pos 5 ini sebenernya ga terlalu jauh, kita bakal ngelewatin 4 pos lagi, 4 pos sih tapi ga jauh kok paling-paling jarak antar pos cuma 15-30 menitan aja. Selama perjalanan kami melihat banyak pendaki yang camp di pinggir-pinggir jalur tapi tempatnya terbatas dan kecil, jadi emang tempat paling lega buat ngecamp itu di pos 5.

Dari pos 5 sampai pos 9 (batas vegetasi) treknya ga begitu curam, jalur pun dipenuhi semak belukar dan udah jarang pohon tinggi. Enaknya kita bisa lihat jutaan bintang malam hari kalau langitnya cerah. Nah, setelah lewat pos 9 jalur menjadi berbatu dan super duper terjal bray. Trek udah agak ga jelas jadi harus super hati-hati liat bawah, tangan pasti ikut membantu berjalan karena jalur yang sulit. setelah sekitar 1 jam barulah kita sampai di Puncak!

dsc_0017

dsc_0024

DCIM102GOPRO

Puncak gunung slamet agak memanjang, mengitari kawah super besar. Entah kenapa, setiap puncak selalu memberikan kesan yang berbeda padahal puncak slamet ini bisa dibilang puncak ciremai, tapi ya selalu ada kesan yang berbeda. Kesan megah terasa di Puncak Slamet karena kawahnya yang cukup besar dan agak dalam, kita bisa berjalan menelusuri bibir kawah tapi tidak bisa memutarinya karena terputus oleh tebing di sisi lainnya.

dsc_0050

img_1153

Setelah selesai berfoto ria sambil loncat-loncatan, kita turun karena rasa lapar, turun menuju pos 9 agak PR sih karena berbatu dan berpasir jadi agak licin, selain itu banyak orang turun jadi ada sedikit ‘macet’ di jalan turun. Di Pos 5 kita masak dan makan ala prasmanan, ceilah wkwk. Perut kenyang, turun ke bawah langsung tancap gas! Kami sempat nongkrong lagi di warung-warung di pos bawah karena cape dan laper lagi wkwk.

DCIM102GOPRO

dsc_0026

DCIM102GOPRO

DCIM102GOPRO

Di Bambangan pun kami istirahat dan menginap kembali semalam disana. Untuk menginap disini kita tidak perlu bayar biaya penginapan, hanya yang penting bantu bersih-bersih aja biar nyaman dipake bersama.

img_1226

Informasi Penting Pendakian Gn. Slamet

Untuk bisa ke puncak Slamet, terdapat 3 jalur utama yang sering digunakan para pemuncak gunung. Yaitu jalur barat lewat Kaliwadas, selatan lewat Baturaden, dan timur lewat Bambangan. Jalur paling populer katanya jalur Bambangan dan waktu saya kesana juga lewat Bambangan karena katanya relatif lebih mudah dan lebih cepat.

a. Perizinan

Untuk perizinan di Gn. Slamet via Bambangan sebenarnya tidak terlalu ribet, cukup mengisi buku tamu di basecamp bambangan dengan simpen KTP perwakilan tim dan bayar Rp 5.000 per orang (2015).

dsc_0001_7

b. Transportasi

Keberangkatan
St. Kiaracondong, Bandung – St. Purwokerto KA Serayu (Ekonomi AC)

Pkl. 00.30 – 08.30

Rp 75.000,00/orang
St. Purwokerto – Pos Bambangan Sewa Mobil ~ Rp 50.000,00/orang

(mobil avanza-rush @6-7 org)

Kepulangan
Bambangan – Wisata Guci –  St. Purwokerto Sewa Mobil Rp 115.000,00/orang

(+ 65k utk ke Guci)

St. Purwokerto – St. Kiaracondong, Bandung KA Serayu (Ekonomi AC)

Pkl. 16.30 – 00.50

Rp 75.000,00/orang

c. Durasi Pendakian

Durasi Lokasi
1,5 jam Pos Bambangan – Pos 1 Pondok Gembirung
1 jam Pos 1 – Pos 2 Pondok Walang
1,5 jam Pos 2 – Pos 3 Pondok Cemara
1,5 jam Pos 3 – Pos 4 Samaranthu
1 jam Pos 4 – Pos 5 Samyang Rangkah
1 jam Pos 5 – Pos 8
15 menit Pos 8 – Pos 9 Plawangan
1,5 jam Pos 9 – Puncak Slamet

 

2 responses to “Gn. Slamet, Jawa Tengah (3.428 mdpl): Kemegahan Puncak setelah Keangkeran Hutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s