Memacu Adrenalin di Green Canyon [3/3]


Tau rasanya jantung ketinggalan di belakang?

“Byurrrrr!!!!” lompatan pertama di Green Canyon! Gilak, kalau cuma dilihat sih ga begitu tinggi tapi begitu loncat rasanya kaya lama banget gitu dan jantung bersama pantat rasanya ketinggalan di tempat loncatan tadi.

Kalau denger namanya sih, green canyon artinya ngarai atau tebing2 ijo gitu karena kalau liat di google sih warna airnya emang ijo dan di tebing2 pinggir sungainya ini emang banyak kehijauan gituu, tapi kalau timingnya salah, pas musim ujan gitu airnya biasanya warna coklat kaya pas kemaren urang kesana aja warna airnya coklat… tapi yah sudahlah..

SONY DSC

Pangandaran! (Cek perjalanan kami hari sebelumnya Road Trip to Pangandaran) Tidak akan habis untuk di explore, mulai dari pantai-pantai yang indah hingga petualngan seru di sungai-sungainya. Salah satu petualangan seru yang aku alami adalah green canyon. Green canyon atau Cukang Taneuh merupakan ngarai-ngarai yang berada di Sungai Cijulang, lokasinya tidak jauh dari Pantai Batukaras. Nama Green Canyon sendiri merupakan plesetan dari Grand Canyon dan dipopulerkan oleh seorang Prancis pada tahun 1993, namun orang lokal sering menyebutnya Cukang Taneuh atau jembatan tanah.

SONY DSC

Beberapa atraksi ditawarkan di Cukang Taneuh ini, diantaranya adalah menaiki perahu untuk melihat Cukang Taneuh dari dekat tanpa perlu memacu adrenalin dan juga Body Rafting, yaitu mengarungi sungai tanpa menggunakan perahu melainkan menggunakan badan kita sendiri. Jika ingin bermain di Cukang Taneuh sebaiknya beregu dengan jumlah yang banyak karena biaya yang ditawarkan untuk body rafting cukup mahal dan dihitung bukan per orang, melainkan per tim yang dapat diakomodir oleh satu guide.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Petualangan di Cukang Taneuh sangatlah memacu adrenalin, buat kamu yang takut ketinggian saya sarankan coba body rafting disini karena setelah ini kamu tidak akan takut lagi dengan ketinggian, yah meskipun sepanjang sungai jantung bisa hampir copot sih. Di awal pengarungan, kami harus memulai dengan loncat dari tebing di pinggir sungai, tingginya belum seberapa dan arus sungai masih tenang disini. Semakin jauh perjalanan, maka level loncatan dan arus sungai semakin ekstrim. Hanya sayang saja kami mengunjungi Cukang Taneuh saat musim hujan, yaitu bulan Januari, padahal waktu terbaik mengunjungi Cukang Taneuh adalah saat musim kemarau karena air akan terlihat lebih hijau dan arus lebih tenang sehingga semua jeram bisa kita coba sensasinya. Saat musim hujan, air akan menjadi kecoklatan dan ketinggian air lebih tinggi sehingga tidak semua jeram bisa kita coba. Sayang sekali, padahal pemandangan pasti akan lebih indah saat musim kemarau. Saat musim hujan, beberapa kali kami harus menghindari suatu bagian sungai dengan berjalan melipir tebing sungai demi alasan safety dan tidak semua jeram/loncatan bisa kami coba, contohnya adalah jeram blender yang merupakan jeram paling besar disini.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Fasilitas yang ditawarkan saat body rafting juga sudah lumayan lengkap, mulai dari penitipan barang, bisa titip kamera untuk dokumentasi, kamar mandi, dan konsumsi makan berat. Selain itu, di rest area sungai juga sudah terdapat warung-warung kecil sehingga kita bisa mengganjal perut karena perjalanan body rafting ini sangat lama, sekitar 5-6 jam. Tapi, overall petualangan di Cukang Taneuh sangat worth it dengan segala sensasi loncatan dan menembus jeram dengan badan sendiri. Pemandangan sepanjang sungai juga tidak kalah menarik. Yah meskipun badan pasti pegal-pegal karena harus menahan arus sungai dan loncat berkali-kali, tapi it’s all worth it and amazing.

SONY DSC

Ohiya, setelah berlompat-lompat ria di green canyon, kami kembali ke batu karas dan eksplore batu karas keesokan harinya, cek disini Batu Karas dan Batu Nunggul.

Beberapa Info Penting

Kami menggunakan travel agent “Janggala Adventure” yang lokasinya ada di dekat site green canyon, berikut info kontak pentingnya

Jl. Pantai Indah Batukaras. Dusun Cidahu Batukaras,
Kec. Cijulang, Kab. Pangandaran, Jawa Barat., 46394
Telephone: 085223733575
Email: janggalagc@gmail.com

http://www.janggalaadventure.com/

 

Biaya standar untuk body rafting di green canyon adalah Rp 200.000,00/orang minimal ber 5, tapi karena kami kesana hanya ber3 jadi biaya yang dikenakan Rp 1.000.000,00 dibagi 3

SONY DSC

 

2 responses to “Memacu Adrenalin di Green Canyon [3/3]

  1. Ping-balik: Batu Karas dan Batu Nunggul [2/3] | pergikemana·

  2. Ping-balik: Road Trip to Pangandaran [1/3] | pergikemana·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s