Persiapan kalau Mau Naik Gunung?


Gunung adalah sebuah keindahan alam yang tidak akan pernah bisa dilupakan, sekali saja kita mendaki gunung pasti akan selalu ada rasa untuk kembali menikmati keindahan ciptaan tuhan yang satu ini. Di sisi lain, alam kadang tidak hanya menyajikan keindahan, kadang alam memberikan sesuatu yang buruk, bukan hanya bencana, tapi perilaku kita yang tidak cocok dilakukan di alam dan kemampuan juga kesiapan diri kita akan apa yang terjadi di alam. Alam tidak akan memberi toleransi, kita harus siap untuk menerima kesulitan yang akan kita hadapi, medan yang menanjak, perjalanan jauh, udara yang dingin, hujan yang menerjang, tapi semua itu pasti terbayar dengan keindahan dan kedamaian yang akan kita temukan di atas gunung sana. SONY DSC Oleh karena itu, persiapan untuk mendaki gunung perlu diperhatikan agar kita bisa melihat semua keindahan alam yang ada di gunung. Ini sangat penting untuk meminimalisir kecelakaan atau hal – hal yang tidak diinginkan. Persiapan pendakian gunung dilakukan minimal untuk keamanan dan kenyamanan kita dalam berkegiatan bukan?

1. Mengenal Tempat Tujuan

Papandayan Track Map

Langkah awal yang harus kita lakukan sebelum mendaki gunung adalah kumpulkan segala data dan informasi mengenai gunung tersebut. Why? Karena segala data dan informasi ini akan sangat berpengaruh terhadap segala persiapan kita. Carilah info – info mengenai tempat tujuan dari catatan perjalanan orang yang sudah pergi kesana, lembaga atau website resmi (Taman Nasional, Perhutani, BKSDA, dan pengelola wilayah tersebut) atau dari organisasi pecinta alam. Informasi yang didapat harus sebanyak – banyaknya dan terverifikasi merupakan data yang benar, contoh info yang perlu didapat adalah mulai dari Perizinan apakah perlu booking atau surat – surat tertentu, transportasi menuju titik start pendakian, jalur pendakian, fasilitas kesehatan (puskesmas, rumah sakit, dll), sumber air, kondisi alam, kemungkinan cuacawaktu tempuh untuk pendakiannya dan segala info yang bisa didapat. Lebih baik lagi jika kita memiliki peta daerah tersebut.

Dari data dan informasi yang didapat, kita bisa memperkirakan apa saja kesulitan yang akan ditemui bahkan sapai spot – spot menarik yang akan kita temui. Jadi jangan pergi ke suatu tempat yang belum kau kenali karena kau akan buta dan resiko terjadinya kecelakaan sangat besar.

2. Menyusun Jadwal Kegiatan

Buatlah jadwal kegiatan atau rundown yang dirunut setiap jamnya setiap hari mulai dari keberangkatan sampai kepulangan. Hal ini untuk mengetahui berapa lama perjalanan kepergian, lama pendakian, sampai lama kepulangan. Selain itu, jadwal juga akan berdampak pada peralatan dan perbekalan yang akan kita bawa nanti. Jangan terlalu percaya terhadap lama pendakian yang ada di catper – catper karena kemampuan fisik setiap orang berbeda, tapi itu masih bisa dijadikan referensi. Jangan lupa juga untuk mengalokasikan waktu untuk makan pagi, makan siang, makan malam, lama berjalan dan istirahat, lama membuat shelter dan segala detail perjalanan yang harus kita alokasikan waktunya, karena apabila pendakian ngaret atau molor bisa berbahaya. Jangan lupa juga untuk menentukan lokasi untuk bermalam atau sheltering, jangan juga memutuskan untuk berjalan malam hari karena resiko kecelakaan lebih tinggi. Tentukan juga Plotting Jalur pendakian dan penurunan gunung pada peta dan kenali apa saja yang akan kita temui sepanjang jalur itu.

3. Merencanakan Transportasi

Dari informasi yang didapat, tentukan transportasi kepergian dan kepulangan. Transportasi bisa berupa kereta api, angkot, ojeg, atau bahkan berjalan kaki. Jangan lupa juga untuk merinci detail harga tiap kali naik angkutan karena biasanya transportasi memakan biaya yng paling besar. Kan gak lucu juga kalau kita belum sampe gunungnya tapi udah nyasar duluan hehe.

SONY DSC

4. Mempersiapkan Peralatan

nah ini sangatlah penting, peralatan – peralatan untuk naik gunung tuh ada apa aja sih?

  • Peralatan Pergerakkan : Baju, Celana, Sepatu, Kaos Kaki, Pakaian Dalam, Ransel, Topi, Raincoat / Ponco, Pakaian ganti. Untuk pakaian, usahakan tidak berbahan jeans dan cari yang mudah menyerap keringat dan juga mudah kering. Sepatu juga biasakan gunakan yang tertutup dan memang didesain untuk mendaki gunung.
  • Peralatan Istirahat : Tenda, Matrass, Sleeping Bag, Jaket, sarung tangan, Sarung, Balaclava, syal dan pakaian hangat lainnya yang digunakan untuk tidur.
  • Perlatan Masak dan Makan : Kompor, Cooking Set (Misting / Trangia), Piring, Sendok Garpu, Pisau. Untuk peralatan masak biasanya digunakan per kelompok jadi tidak perlu setiap orang membawa satu kompor dan cooking set.
  • Perlatan Navigasi : Peta, Kompas, Alat Tulis, GPS, altimeter. Ini sangat vital dan setiap perjalanan harus selalu membawa peralatan navigasi untuk keselamatan dalam perjalanan juga untuk mencegah terjadinya tersasar.
  • Survival Kits :Survival kits dibawa untuk menghadapi kondisi terburuk saat perjalanan. Bawalah baterai cadangan, korek api cadangan, dan peralatan – peralatan yang mungkin digunakan saat kondisi darurat.
  • Medical Kits : Bawalah obat – obatan pribadi juga obat – obatan standar untuk berkegiatan di alam bebas seperti betadine, minyak kayu putih, obat untuk pegal otot, paracetamol,  oralit, obat diare, obat keracunan, dan lain lain.
  • Peralatan Penerangan : Korek api, lilin, senter, headlamp.
  • Peralatan Komunikasi : Handphone, atau jika perjalanan sangat jauh mungkin dibutuhkan HT atau telepon satelit.
  • Peralatan lainnya penunjang tujuan : Kamera, Binocular, dll

Jangan lupa untuk mengepak barang – barang itu semua kedalam ransel dan jangan sampai ada benda yang disimpan diluar ransel karena kemungkinan akan menghambat perjalanan dan merusak barang. Simpan juga barang dengan barang paling berat berada di dekat punggung dan barang disusun mulai dari yang jarang digunakan (paling bawah) sampai yang sering digunakan atau mudah dicari jika darurat (paling atas atau paling luar). Maksimal berat ransel yang dibawa adalah 1/3 dari berat badan kita jadi kita harus atur – atur peralatan yang dibawa.

5. Mengatur Segala Perbekalan

Perbekalan ada sesuatu yang kita bawa tapi akan habis jika digunakan, seperti makanan, air minum, dan bahan bakar. Maka dari itu, persiapkanlah segala perbekalan sesuai dengan lama perjalanan kita  dan buatlah menu setiap kali makan dengan kebutuhan kalori sekitar 3000 kal setiap harinya. Jangan lupa juga untuk membawa makanan yang bergizi seperti mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin, jangan hanya makan dengan sepiring indomie saja. Atur juga banyaknya air minum yang harus dibawa, apalagi jika di lokasi tujuan tidak ada sumber air. Juga bahan bakar seperti parafin atau spiritus yang harus diperhitungkan juga.

6. Mempersiapkan Keperluan Administrasi

Persiapkanlah segala surat – surat penting yang mungkin akan diperlukan saat perjalanan seperti surat dari sekolah atau dari organisasi, surat jalan dari kepolisian, atau bahkan kita harus mengurus surat izin masuk seperti di Gunung Gede Pangrango yang mengharuskan kita booking dan mengurusi SIMAKSI. Jadi carilah info segala administrasi karena gak lucu juga kalau kita gajadi naik gunung gara – gara gabawa surat doang kan. Kalau kita berencana perjalanan jauh juga kita harus menghubungi fasilitas kesehatan terdekat atau bahkan basarnas untuk berjaga – jaga ada kejadian yang tidak diinginkan.

7. Bentuk tim

SONY DSC

Kenapa bentuk tim? Karena You’ll Never Walk Alone. Karena kalau kamu jalan sendirian di gunung itu sangat berbaha dan garing juga sih kamu cuma bisa liat – liat pohon gaada temen ngobrol atau ketawa – ketawa, Justru itu yang dicari saat naik gunung bro! Kebersamaan di gunung pasti terasa beda dengan di kota, kita akan lebih menghargai teman, akan saling menolong, dan kehangatan saat camping akan sangat terasa jika dihiasi canda tawa kita. Kalau sendiri kan horror juga men, mau ketawa sama siapa… Dalam tim ini juga jangan lupa untuk bagi – bagi tugas seperti bagi – bagi bekal makanan, bagi peralatan kelompok, bagi – bagi yang mengurusi sesuatu dan lain – lain. Pokonya mah kalau bareng – bareng kerasanya lebih rame lah

8. Persiapan Fisik dan Mental

Karena mendaki gunung adalah kegiatan fisik yang sangat menguras tenaga, maka dibutuhkan ketahanan tubuh yang sangat extra. Maka dari itu, jauh hari sebelum mulai pendakian mulailah latihan – latihan fisik terutama yang melatih cardio seperti lari dan berenang. Karena saat digunung, ketahanan tubuh atau endurance sangat dibutuhkan dan endurance bergantung pada Volume Oksigen Maksimum pada paru – paru atau yang biasa disebut VO2 max. Saat kapasitas oksigen meningkat maka tubuh kita tidak akan mudah lelah karena metabolisme aerob yang terjadi akan lebih lama. maka dari itu latihlah fisik kalian terutama cardio dan jangan lupa untuk melakukan peregangan dan sedikit pemanasan sebelum mendaki gunung.

9. Persiapkan Kondisi Terburuk

Kita sering mendengar banyak sekali kejadian yang tidak diinginkan terjadi di Gunung, oleh karena itu kita harus selalu mempersiapkan kondisi terburuk, baik dari dalam diri kita sendiri yaitu dengan perencanaan yang matang, kondisi fisik yang fit, perbekalan dan peralatan yang memadai, membawa survival kits, mengerti navigasi dan banyak lagi. Juga jangan lupa untuk selalu memberi kabar kepada orang lain bahwa kita akan pergi mendaki gunung dan tinggalkan list barang bawaan yang kalian bawa. Bawa juga kartu identitas dan jangan lupa untuk selalu melapor ke pos pendakian dan apabila kita melakukan perjalanan jauh jangan lupa untuk menghubungi fasilitas kesehatan dan basarnas dan pihak – pihak lainnya untuk mempermudah pencarian jika terjadi sesuatu.

Ingat, naik gunung itu bukan soal puncak. Naik gunung itu adalah sepaket perjalanan dari kita keluar rumah sampai kita kembali ke rumah. Dan janganlah rusak alam jika tidak ingin dalam bahaya.

SONY DSC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s