Batu Karas dan Batu Nunggul [2/3]


Batu Karas, 27 Desember 2014

Before : Road Trip to Pangandaran

Siang itu setelah kami berpisah dengan Pak Giman, kami menuju Batu Karas yang katanya cuma sekitar 2 – 3 jam dari Pangandaran dan kita tinggal mengikuti jalan yang mengarah ke barat. Pak Giman pernah bilang soal jalan ke Batu Karas yang sedang diperbaiki daan benar saja jalan sedang di beri perkerasan beton dan alhasil jalan cuma dibuka setengah jalur sehingga kita harus menunggu beberapa kali buka tutup jalur dan jalan yang kami lewati ini ancurnya parah banget, kita sih kasian sama mobil mercedes sedan yang tepat di depan kami, yaa kasian aja kalau bagian bawah mobilnya kena aspal jalan yang sudah ga rata itu, yaah die aja sih mobilnya haha.

Setelah berjuang melewati medan yang cukup lumayan melelahkan dan sempet berenti di Indom*aret karena stock cemilan kami habis, akhirnya kita sampai di Batu Karas! Sekarang perjuangan kami adalah mencari penginapan yang layak karena kita gapunya kenalan, akhirnya terpilihlah salah satu hotel kecil yang saya lupa namanya apa -_- seharga Rp 150.000,00 per malamnya.

Setelah drop barang – barang ke kamar, kita jalan jalan santai dulu di pantai berpasir sedikit kehitaman itu, setelah berjalan cukup jauh, kita menemukan pantai yang ramai oleh wisatawan dan kita jadi tertarik untuk main air di laut karena disana bisa berenang dan ombaknya lumayan tinggi juga jadi asik lah pokonya kelihatannya. Kami kembali ke kamar lalu keluar lagi dengan berjalan kaki dan semuanya topless.. karena.. yah begitulah.. kami gamau ribet dan pengennya begitu sampe di sana langsung nyebur, sayangnya kita ga bawa kamera underwater jadi gaada foto – foto saat bermain air.

SONY DSC SONY DSC

Sebenernya, saat bermain air, kita cuma pengen diombang – ambing oleh ombak, kadang ditabrak ombak, kadang merasa terbang diangkat ombak, yah sebenernya cuma main ombak, tapi sensasinya gaakan kalian temukan kalau bermain di kota! kita juga semper bermain Donut, sejenis banana boat tapi bentuknya lingkaran dan lebih menantang lah pokoknya. Donut itu seharga Rp 250.000,00 dan bisa muat 6 orang, tapi karena kita cuma 3an, jadinya 250 ribu itu patungan bertiga doang.

Hari terasa sudah sore dan kami kembali ke hotel untuk mandi dan membersihkan pasir – pasir yang tersangkut di kolor.. setelah itu kita makan seafood di pinggir pantai dan malam harinya kami habiskan waktu dengan bermain kartu di kamar.

 

Green Canyon, 28 Desember 2014

yah, hari ini kira bermain Body Rafting di Green Canyon! Klik dibawah buat tau keseruan kami di green canyon!

Memacu Adrenalin di Green Canyon

 

Batu Karas – Bandung, 29 Desember 2014

Hari ini kita berencana pulang dan ternyata cuaca di luar sana malah cerah… Langit terlihat biru dan lautan terlihat memantulkan cahaya yang sangat indah dan berwarna hijau kebiruan. Sebelum berpisah dengan pantai yang malah terlihat makin cantik ini, kita mau foto – foto dulu! kita naik ke atas bukit yang langsung menghadap laut di ujung jalan. Rerumputan hijau dan pepohonan dilatari oleh birunya lautan menjadi spot foto yang keren!

SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC

Selain itu kita sempet ngeliat bule – bule yang lagi belajar surfing dibawah kami.

SONY DSC SONY DSC

Setelah turun dari bukit hijau itu kita mau ke daerah belakang kios siapa tau ada pantai keren yang tersembunyi dibalik sana, tapi eh tapi ada warga yang ngasih tau kalau mau pantai yang bagus dan sepi ke batu nunggul, jalannya lewat belakang warung – warung dan sedikit nanjak. tanpa pikir panjang kita langsung caw aja gitu deh. Jalan setapak awalnya biasa aja lewatin kebun – kebun warga tapi lama kelamaan jadi nanjak dan lumayan lah nguras tenaga apalagi salahsatu diantara kami ada yang berbadan agak sedikit ‘besar’ jadi yah.. gitu deh.. repot..

Ngos – ngosan, nafas kami yah bisa dibilang gak beraturan karena jalan nanjak medan licin karena lumpur. Akhirnya kami menemukan jalan menurun, terdengar dentuman ombak dari kejauhan, dan setelah berjalan beberapa langkah… terlihat pasir hitam dengan ombak yang saling menyapu, kiri kanan terdapat batu karang super petjcah abis. dan yang lebih pecah lagi disana gaada orang men! berasa pantai pribadi aja, ada sih 3 orang gak dikenal lain tapi yah total di pantai ini cuma ada 6 orang! kapan lagi kita bertemu dengan pantai seperti ini. Memang sih jalannya penuh lumpur, nanjak, bikin keringetan, banyak nyamuk, dan segala nya tapi keren abis dah pantainya.

Sumpah, pantai ini kaya private beach banget saking kosongnya kita bisa bebas lari – larian kesanasini sambil teriak teriak kayak orang gilak. Walaupun ada 3 orang lain sih tapi yaudahlahyah..

SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC SONY DSC

Pusing dan kesel dengan ke keren an pantai Batu Nunggul, kita akhirnya kembali dengan susah payah alhasil sendal temanku ancur sampai dibuang di tengah jalan entah pergi kemana. Perjalanan panjang pun kami jalani dengan si putih kecil tangguh menuju lovely city, Bandung.

7 responses to “Batu Karas dan Batu Nunggul [2/3]

  1. Batu Nunggulnya juara banget Bro! Karang dan ombak yang sama-sama pecah dalam waktu yang sama. Keren banget. Eh tapi Batu Karas juga keren, suka dijadikan tempat belajar surfing berarti ombaknya memang dewa banget di sana. Apalagi pemandangannya juga sayang kalau dilewatin. Top!

    Suka

  2. pantai tersembunyinya keren … layaklah dengan perjuangan turun naik kesana … 🙂 .. di daerah pangandaran masih banyak tempat keren yang bisa di explore ya …

    Suka

  3. Ping-balik: Memacu Adrenalin di Green Canyon [3/3] | pergikemana·

  4. Ping-balik: Road Trip to Pangandaran [1/3] | pergikemana·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s